Tentang Putri Kecil (Bagian 1)


~PROLOG~

Putri kecil menghabiskan hari-harinya di kastil, ia mengamati bunga yang telah lama di rawatnya, mengatur kelopaknya dan memilih warna dengan sangat hati-hati. Meskipun demikian, putri kecil merasa bahagia menikmati hari-hari kesendiriannya di kastil, ia menghabiskan waktunya dengan bermain bersama kumbang, bersembunyi dari dunia dan belajar paruh waktu di dalam kamar.
Suatu hari tanpa sengaja seorang lelaki memecahkan vas bunga dekat jendelanya, lelaki tersebut menghampiri kastil dan tanpa sengaja di balik jendela melihat putri kecil yang masih terlelap tidur.
Tepat pada saat matahari terbit, lelaki tersebut tanpa sengaja menjatuhkan balok dan mendadak memperlihatkan dirinya di kaca jendela.

"oh ! siapa kau? aku belum sepenuhnya terbangun dari mimpi indahku.. Kau harus memaklumi.. Aku masih sangat berantakan..." Putri kecil berkata seraya menguap,
Mendengar itu lelaki tersebut menahan kekagumannya.
" Betapa cantiknya, kau!"
"Cantik? aku dilahirkan saat bersamaan matahari terbit dan aku tidak tahu apa itu cantik" timpal si putri kecil dengan manis.
Lelaki itu semakin kagum dan menyadari betapa rendah hatinya dan memukaunya putri kecil.
"Aku mengagumimu.."
Putri kecil hanya tersipu, lalu berkata,
"Apa artinya' mengagumiku'?
"Aku mengakui kecantikanmu, kau paling mengagumkan di planet ini."
"Tetapi apa menariknya itu bagimu?"
dan putri kecil beranjak dari kasur menuju jendela, tiba-tiba pintu kamarnya di buka oleh ayahnya dan ia pun lalu menyuruh lelaki itu bersembunyi di balik jendela.

"Kau sedang apa putriku?"Kata ayahnya ketika di temukannya sang putri kecil yang sedang gugup di depan jendela.
untuk menahan gugupnya putri kecil menunduk lalu berkata,
"Aku ingin menikmati pagi ayah, boleh kah aku keluar sebentar saja?"
" Kau melupakan aturan? kau tahanlah sedikit putriku, sebentar lagi ketika matahari bersinar dan semua kuncup besar bunga merekah di taman barulah kau keluar dari kamar ini. Sementara waktu, kau makan dengan ayah pagi ini, jadi cepatlah keluar kamar dan ayah menunggumu di luar"
daun pintu kembali tertutup dan lelaki yang masih bersembunyi kembali memperlihatkan dirinya.
"Berbaik hatilah padaku, kau bisa keluar sebentar menemuiku?"
"Tidak, aku tidak boleh keluar bertemu dengan siapa saja. Kau pergi saja dan jangan mendekati kastilku lagi.."
lelaki itu segera menyadari bahwa putri kecil sama sekali tidak meliriknya. Lalu lelaki itu pergi...
Putri kecil hanya menatap kepergian lelaki itu tanpa menyadari bahwa ia baru saja kehilangan orang asing yang belum di kenalnya.
***

Komentar

Postingan Populer