BANDUNG JADI SAKSI BISU (part 1)

#Aku&Khanzanah (disamarkan)
#CurahanHatiSeorangIstri
(Kisah Nyata)


Aku  membencinya,selama dua tahun bersamanya aku sangat membencinya, meskipun aku membencinya  aku tak pernah menunjukkan sikap benciku padanya,setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri,aku terpaksa melakukan semuanya,aku benar-benar dikuasainya,dalam hatiku meronta namun tidak ada daya dan pegangan selain menuruti perintahnya. Pernah aku ingin meninggalkannya namun aku tidak punya kemampuan. Sebelum menikah dengannya  aku dikenalkan oleh sahabatku mei, di awal perkenalan tidak ada rasa dengannya, kala itu aku diajaknya ngedate, sebulan dua bulan aku merasa capek dan lelah dengan perasaan ini, menjelang penyusunan skripsi akupun mulai disibukkan dengan kegiatan kampus dan aku memutuskan hubungan dengannya. Merasa malu dan tidak terima ia pun mengatakan bahwa akan menghancurkan hidupku, padahal aku memutuskan hubungan secara baik-baik dengannya. Dari awal perkenalan dia berwatak keras dan egois, wanita seperti apa yang bisa tahan bersamanya ??? bagiku dia polisi yang menjadikan aku hanya sebagai tawanan.

Selang beberapa bulan setelah wisuda akupun bekerja sebagai perawat di sebuah RS  Bandung, beberapa bulan kemudian aku jatuh sakit, hari demi hari bukannya membaik malah aku seperti orang gila yang kehilangan kesadaran diri, telah banyak dokter yang mengobati penyakitku namun semua angkat tangan dan menyerah, sudah sering aku keluar  masuk rumah sakit jiwa, dari beberapa dokter yang mengobatiku mengatakan sakit yang kuderita bukanlah penyakit medis, akupun di bawa berobat ke ustadz dan selalu rutin mengikuti pengajian, ustadz menyarankan bahwa aku harus dinikahkan agar penyakitku hilang. Di saat itu dia datang melamarku, keluargaku semua merasa senang dengan kehadirannya karena dia mau  menerima aku di saat kondisiku sakit, tidak ada yang tahu bahwa dialah yang telah membuatku seperti ini, tiga bulan setelah pernikahan aku mengandung anaknya, berangsur-angsur ingatanku pun mulai pulih dan sedikit demi sedikit aku mulai membaik, aku baru sadar ternyata aku sudah menikah dan memiliki suami setelah usia dikandunganku sembilan bulan, ketika menikah dengannya, aku menjadi istri yang amat patuh terhadapnya, kulakukan segala hal yang diinginkannya, aku benar-benar  menjalani tugasku seperti pelayan. Di rumah kami , dia seperti raja tak seorang pun yang berani melawan, jika sedikit saja ada masalah dia selalu membentak dan memelototi aku, hanya kamar mandi yang menjadi saksi bisu penderitaanku selama bersamanya.  Karena jauh dari orang tua aku merasa kesepian dan tidak berdaya, selama mengandung tidak sekalipun dia memperhatikan aku, sebaliknya malah mengancam dan memarahiku terus, dia suami macam apa ? namun tidak ada kemampuan untuk melawannya. Setelah aku melahirkan ia jarang berada dirumah, aku sangat mengerti dirinya sebagai polisi yang bertugas  menjaga keamanan. Saat bayiku berusia tiga bulan aku mulai merasa jenuh dan curiga dengan tingkah lakunya,selama tiga bulan aku menunaikan sholat tahajjud berharap tuhan memberiku petunjuk dan melepaskan penderitaanku ini, semuanya pun terbukti disaat aku merapikan lemari baju, di bawah lipatan bajunya kutemukan sebuah batu yang sangat unik dan slip utang bank dengan tagihan delapan puluh juta, hatiku pun semakin teriris dan sakit melihat semuanya, bagaimana tidak ?  disaat aku melahirkan tidak sepersenpun ia mengeluarkan biaya untuk persalinanku, dia meminjam hutang ke bank hanya karena perempuan lain ?? gajinya pun yang diberikan kepadaku tidak mencukupi perlengkapan bayi ku, dengan bantuan ASI ku selama ini uang yang dia berikan hanya mencukupi pampers bayiku, aku sudah tidak tahan dengan perlakuannya, batu yang tempo hari kutemukan di bawah bajunya telah di bakar oleh pak ustadz, hari demi hari akupun mulai membantah dan melawan semua keinginannya. Aku pun mengajukan cerai , karena inilah jalan terbaik untukku, gugatan perceraianku pun dengannya di terima dan saat itu genap dua tahun pernikahanku dan aku merasa bebas dari tekanan dan penindasannya. Selama dua tahun pernikahan, aku tidak pernah merasakan sosok suami seperti teman-temanku yang lain, sekarang usia anakku sudah satu tahun, di hari ulang tahunnya aku berharap agar kelak ia menjadi pribadi yang bisa menghargai dan menyayangi wanita.

~~~~~ 2010~~~~~~


Komentar

Postingan Populer