Putri kecil (Bagian 6)


~PERJALANAN PUTRI KECIL~

Semuanya memuakkan dan putri kecil mulai agak bosan. Tak ada lagi yang dapat menyenangkannya di planet ini, ia pun secara diam-diam keluar kamar dan menghampiri taman kastil untuk bermain.
"Aku dulu mengira kamarku paling sempurna, ternyata aku melihat taman indah ini penuh bunga yang lebih indah lagi" dan sambil berbaring di atas rumput, putri kecil tertidur pulas.

Saat putri kecil terbangun, ia merasa asing melihat sekelilingnya. Kini muncul kekhawatiran dalam diri putri kecil, ketika diam membisu ia menyadari telah melanggar aturan dan putri kecil menangis di ruang gelap.

Seorang penyihir jahat telah mencuri dan mengurungnya, penyihir jahat berkata, " Sungguh kau putri yang ceroboh, berhentilah menangis dan tinggalah di planetku yang luas ini, aku punya banyak permainan dan bunga yang banyak. Kau pasti akan sangat bahagia bila tinggal di sini bersamaku".

Putri kecil berada di planet penyihir jahat, orang angkuh yang merasa dirinya paling kaya, ia orang sombong dan suka di kagumi. Sudah lama ia menginginkan putri kecil untuk berada di planetnya, karena suatu keuntungan baginya jika bersama putri kecil yang cantik. Putri kecil merasa asing dan tidak suka tinggal di planet penyihir jahat, sewaktu malam putri kecil berusaha kabur dan sang penyihir murka lalu mengutuk putri kecil dengan wajah yang jelek dan tidak dapat bersuara.

Putri kecil kemudian di kurung di ruang yang sangat sempit. Ia merasa sedih telah melanggar aturan ayahnya, ia melihat wajahnya penuh ketakutan dan suaranya pun serak lalu menghilang, ia baru menyadari betapa bahayanya dunia luar selain planetnya. Ia menyesal dan rindu pada Ayah,Bunda,Tesa dan kamarnya yg penuh bunga. Begitulah penyesalan selalu datang terlambat putri kecil merasa benar-benar menyesal dan berharap agar bisa kabur dari planet penyihir jahat.

Hari demi hari putri kecil merasa lebih terkekang. Apakah mungkin ia bisa kabur? ia pun berusaha mencari ide dan akan mengelabui penyihir jahat, putri kecil sangat cerdas, ia banyak belajar dari buku dan Tesa, inilah saat tepat untuk menggunakan teori yang di pelajarinya selama ini. Rasa sedihnya membuatnya lebih sabar menghadapi penyihir jahat. Yang paling penting baginya sekarang adalah kembali ke kastilnya dan memohon maaf.

Putri kecil sangat baik dalam melayani penyihir jahat, ia berusaha mengambil kepercayaan sang penyihir, suaranya pun sudah kembali seperti semula namun wajahnya masih penuh kutukan, lalu akhirnya kesempatan datang dan putri kecil meninggalkan planet penyihir dan terbebas.

Di tengah pelariannya, putri kecil bertemu dengan orang yang sedang putus asa, seorang perempuan muda yang ingin bunuh diri.

"Kau sedang apa?" katanya pada perempuan itu yg akan menggantung dirinya di pohon.
tidak ada jawaban, putri kecil mendekati perempuan itu.
"Kenapa dengan perutmu yg besar itu? apa kau sakit sehingga perutmu membengkak?". Tanyanya penuh selidik.
karena merasa terganggu, perempuan itu pun menjawab dengan penuh kemarahan.
"Aku ingin bunuh diri, kau itu bodoh ? apa kau tidak lihat perutku ini berisi bayi yg tidak punya bapak, dari pada aku menahan malu lebih baik aku mati saja". 
Kau lebih baik pergi dari sini dan jangan menghiraukan aku, Kepalanya menunduk lalu terlihat air matanya jatuh tak tertahankan.

"Kenapa harus bunuh diri? aku juga sendiri di sini tidak punya teman, maukah kamu duduk bersamaku biar aku bisa membantumu?"

"Kau itu orang bodoh dan jelek, kenapa aku harus mendengarkanmu?", balas perempuan itu.

Aku dulu tidak jelek, bahkan aku punya secret admirer. Tak satupun orang yang tidak jatuh cinta padaku, bahkan angin menghentikan geraknya jika aku keluar dari kastil. Tapi itu dulu ketika aku tidak melakukan kesalahan. Sekarang wajahku rusak tapi aku tidak malu sama sekali, jadi mendekatlah ke sini.
Tesa pernah bilang kebahagiaan akan datang bila kamu merasakan sedih, mungkin hari ini kita sedih tapi esok belum tentu, jadi mari kita mencoba menghadapinya.
Kalau kau bunuh diri itu artinya kau juga membunuh seseorang di dalam perutmu, jadi kau sudah menjadi pendosa dan pembunuh, Tuhan itu maha pemaaf dan mencintai ciptaannya, kau mau kan jika mendengarkanku sedikit saja?.

Perempuan itu pun luluh hatinya, putri kecil kemudian bercerita banyak padanya, putri kecil mengasihinya sesuai pesan ayahnya untuk mencintai sesama.
***

Komentar

Postingan Populer