Putri kecil (Bagian 2)


Waktu sudah menunjukkan pukul 02.29, Putri kecil masih menulis catatan hariannya, berbagai pertanyaan muncul di kepalanya ketika tiba-tiba saja ia dibayangi sosok lelaki yang pernah muncul di depan jendelanya. Itu artinya sekarang putri kecil memasuki usia remaja.

Saat memandang lelaki itu dari bilik jendela, putri kecil merasa kikuk campur senang dan dadanya berdebar keras. Rona wajahnya berubah warna merah dan seolah alam sekitar seperti menghilang dan dunia menjadi milik sendiri. Apakah itu cinta?

Tiba-tiba putri kecil tersadar dari lamunannya lalu terkesiap seketika mengingat pesan ayahnya, cinta itu tidak hanya membuat bahagia tapi juga membawa petaka, lalu apa itu cinta untuk umur empat belas putri kecil?

Tunggu dulu!!
Putri kecil tidak bisa merasakan cinta, barangkali ia hanya kagum dengan lelaki itu. Hidupnya hanya di ruang kecil bersama rak-rak buku, Karena itulah ia tidak tahu bagaimana sebenarnya cinta.
Putri kecil hanya bisa keluar sebentar jika tanpa pengawasan dari ayahnya, ia hidup dalam aturan yang ketat dan jika ketahuan melanggar ia tidak akan diizinkan melihat dunia seumur hidupnya.
Kalau begitu, putri kecil akan menanyakan dan mengirimkan surat pada Tesa esok, barangkali ia mendapat jawaban atas apa yang di rasakannya sekarang.
***

Komentar

Postingan Populer