Putri kecil (Bagian 7)
~DALAM PENGEMBARAAN ~
Kita teruskan lagi kisah putri kecil yang terjebak di dunia setelah pelariannya.
Coba baca kisah pertemuan putri kecil dengan orang-orang yg telah lama mengenal dunia. Putri kecil kemudian bertemu dengan orang kedua, setelah perempuan putus asa itu;
Seorang perempuan dewasa mengajak putri kecil ke sebuah tempat yg sama sekali tidak pernah ditemukan di planetnya. Perempuan dewasa itu mengakrabi putri kecil ketika ia sedang terpuruk dengan masalahnya dan putri kecil datang menawarkan senyum padanya. Perempuan dewasa itu panggil saja dengan sebutan Rembulan. Ia di sebut perempuan dewasa karena usianya, tapi ia seringkali menyakiti putri kecil jika bersama teman perempuan yg lain. Walaupun demikian putri kecil tidak bisa membencinya, bahkan tetap menerima rembulan sebagai temannya. Saat itu rembulan mengajak putri kecil menemaninya ke sebuah tempat, di dunia namanya 'Club Malam'. Putri kecil bersedia menemani rembulan karena rasa kasihannya, ketika tiba di depan tempat tersebut mereka di hadang oleh dua orang dewasa berbadan raksasa, mereka di sebut bodyguard. Mereka menahan putri kecil karena pakaian yg di gunakannya tidak layak, putri kecil hanya memakai sendal jepit dan baju kuno yg tertutup menutupi seluruh badannya, karena rembulan adalah tamu istimewa malam itu yang akan tampil mengisi acara, datanglah teman yg mengundangnya ke tempat tersebut dan menjelaskan kepada penjaga pintu masuk. Akhirnya mereka di perkenankan masuk, lalu putri kecil mengikuti langkah rembulan dan orang dewasa tadi, ia di berikan tempat duduk di sudut ruangan gelap agar tidak terlihat dan menunggu rembulan sampai waktu berakhir. Putri kecil sangat bosan di tempat yg sangat asing baginya, ia melihat banyak orang dewasa yg sedang bercengkrama, dentuman musik yg keras sesekali mengalun lembut, di tempat itu putri kecil memandang ke seluruh penjuru, ada banyak asap rokok, bar dan meja panjang, di atasnya ada minuman, koktil, soda,dan perempuan cantik dengan pakaian yang belum pernah di lihatnya langsung di planetnya. Sesekali kening putri kecil mengernyit melihat tawa bahagia. Satu jam berlalu tiba-tiba seseorang lelaki yg pernah di lihatnya masuk ke tempat tersebut bersama seorang perempuan dewasa, putri kecil merasa tempat asing itu penuh kepalsuan yg bersembunyi di balik canda tawa mereka. Putri kecil merasa sedih dan ingin pulang, walaupun berada di keramaian ia merasa sepi dan sendiri. Rembulan mendekatinya dan memahami putri kecil yg sudah menunggunya, rembulan berterima kasih karena sudah menemaninya walaupun putri kecil merasa terpaksa dan tidak suka tempat seperti itu.
Di tengah perjalanan pulang putri kecil banyak bertanya kepada rembulan.
Sekarang putri kecil mengerti tentang cerita Tesa mengenai harta,kedudukan dan wanita. Di tempat asing itu putri kecil melihat banyak orang kesepian yg melarikan diri membawa harta yg berlimpah demi mencari kesenangan sementara.
***
Putri kecil masih setia berteman dengan rembulan, tapi putri kecil tahu pasti batasan yg harus di jaganya. Ia tidak lagi pernah menerima ajakan rembulan ke tempat yg tidak pernah di temui sebelumnya, karena ia tidak mau mengikuti sesuatu yg tidak pernah ada di pelajarannya bersama Tesa. Mengenai lelaki yg pernah di lihatnya di tempat asing itu putri kecil melihat sudut pandang yg lain.
"Cinta adalah racun yg mematikan yg dipatukkan ular hitam berbisa, dengan gerak pelan sekali dari gua-gua neraka.Racun tampak segar laksana embun. Jiwa-jiwa kehausan melahapnya dengan tidak sabar;namun setelah itu jiwa-jiwa itu akan keracunan, sakit dan mati. Kematian yg perlahan-lahan"(Kahlil Gibran).
Orang ketiga yg di temui putri kecil adalah "perempuan biasa yg di sukai oleh semua orang". Perempuan tangguh dan hebat, namun bertindak salah dalam menjalani hidupnya.
"Kau sedang apa?" Katanya perempuan itu pada putri kecil yg sedang duduk kebingungan.
"Aku sedang memikirkan sesuatu," kata putri kecil sembari tersenyum padanya.
Semenjak perkenalan itu putri kecil mulai mengakrabinya dan menemukan perempuan yang beda, perempuan itu di panggil surya matahari.
Kepadanya, putri kecil banyak belajar dan bertanya. Ia seperti Tesa yg selalu memberikannya semangat, Surya orang ketiga yg di temui dan banyak mengajarkan putri kecil tentang kehidupan yg rumit, bersamanya putri kecil menemukan arti ketulusan seperti yg di rasakannya ketika berada di kastilnya. Surya begitu baik dan menyayangi putri kecil, bahkan rembulan dan perempuan lainnya sangat iri melihat keakraban mereka. Ketika putri kecil dikucilkan, di fitnah dan dicurangi. Surya selalu datang sebagai mataharinya, pancaran cahayanya begitu dahsyat membuat putri kecil merasa lebih hidup dan berwarna. mereka berdua saling melengkapi, saling berkasih sayang layaknya sahabat lama, putri kecil merasa menemukan kehangatan bersama surya, ia ingat sabda ayahnya bahwa sayang itu ketika menyayangi orang lain seperti diri sendiri, yaitu memperlakukannya secara sama dan sepadan.
"Adalah orang bijak dan berjiwa besar yg mencintai dirinya & mencintai orang lain dengan perlakuan yg sama" ( Meister eckhart).
Putri kecil ingin pulang ke planetnya tetapi, ia belum tahu arah kembali menuju ke sana, ia sangat merindukan kenangannya dulu dan merasa sangat sedih jika mengingat kesalahannya dalam melanggar peraturan ayahnya. Tetapi putri kecil tidak menyerah begitu saja, dalam pengembaraannya di dunia ia benar-benar ingin mencari tahu alasan ayahnya untuk tidak melihat dunia sebelum waktunya. Saat ini putri kecil merasa terhibur dengan kehadiran surya, ia banyak menemukan pelajaran dunia dan menganggap surya seperti orang yang penting dalam hidupnya. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena surya pergi meninggalkannya. Surya telah kembali kepangkuan Tuhan, putri kecil sedih dan merasa kehilangan orang yg sangat baik dalam hidupnya. Tapi surya juga manusia biasa dan tidaklah sempurna, ia begitu mencintai kekasihnya hingga rela mengorbankan seluruh hidupnya demi kekasih yg sama sekali tidak memperdulikannya. Setiap surya bersama kekasihnya, putri kecil merasa khawatir dan gelisah. Takut jika surya salah memilih Dan kekhawatirannya memang benar, karena sedikitpun putri kecil tidak melihat kebahagiaan yg terpancar di mata surya ketika sedang bersama sang kekasih. Awalnya putri kecil merasa marah pada kekasih surya, tapi itu semua sudah menjadi suratan dan waktu tidak dapat diputar kembali. Putri kecil hanya berusaha tegar dan menerima kepergian surya.
Putri kecil menahan isak tangisnya sambil berkata lirih di depan pemakaman surya yg masih basah;
Ragamu memang sudah tak disini, wahai sahabatku yg kukasihi, tetapi kau tidak mati di hatiku. Kau terus terjaga dan berada di sini tak tergerus waktu, bahagia dan damailah di sisi Tuhan.
***
"Kecintaanmu terhadap sesuatu(secara berlebihan) dapat membutakan dan mentulikanmu". (Al-Hadis)
"Cinta dapat mendapatkan yg terbaik di dalam diri kita, namun ia dapat juga mendatangkan yg terburuk di dalam diri kita. Ia dapat mengilhami atau menghancurkan kita. Ia dapat menyembuhkan atau mematahkan kita. Ia dapat memberi kita kegembiraan, gairah, kepuasan, penderitaan, dan hasrat yg tak terpuaskan. (Solala Towler).
**

Komentar