Putri kecil (Bagian 5)
~DIALOG PUTRI KECIL~
*Tesa, kenapa Ayah, Bunda dan kau terus memanggil namaku putri kecil? sekarang aku sudah besar.
Bagi orang tua dan yang dewasa selalu menganggap anaknya kecil, mereka menyimpan rasa khawatir yg mendalam, takut bila anak yg di cintanya terbawa pergaulan.
*Tapi orang dewasa itu menyebalkan Tesa, sangat membosankan dan tidak bisa menjadi teman baik dan sama sekali tidak memahami rasa kesendirian. Mereka sangat keras dan selalu ingin di turuti, suka mengatur dan cerewet bila tidak sesuai keinginannya. Kamu pasti setuju pendapat ini bukan?.
Tesa hanya tersenyum pada putri kecil.
*Tesa, maukah kau mengajak aku sebentar saja belajar di taman? rengekan putri kecil.
Tesa hanya menggeleng mengikuti peraturan. Itu artinya rengekan putri kecil tidak di hiraukan oleh orang dewasa. Dan putri kecil hanya bisa merasa kecewa dan tetap mematuhi aturan.
Baiklah, pelajaran hari ini untuk putri kecil;
" Setiap orang rela berbuat apa saja demi cinta; di mana setiap orang mau menyerahkan aturan pada orang lain, seperti di saat raja-raja di republik menetapkan bahwa aturan itu adalah kekuasaannya". ( Plato).
*Jadi, kamu setuju kalau orang tua dan yang dewasa adalah raja? mereka semua punya aturan yang tidak boleh dilanggar?
Tesa hanya mengangguk kecil dan mengakhiri pelajaran hari ini dengan putri kecil.
"Tapi aku sangat bosan tinggal di planet ini", tidak ada yg memahamiku, "gumam putri kecil".
***

Komentar