Belajar Bangkit





Beberapa curhatan dari orang-orang yang saya kenal akan saya coret di sini sesuai versi saya.

Kita harus punya kehidupan dengan jalan cerita yang menyenangkan dengan berbagai kisah yang membawa kita ke posisi yang lebih baik dan bijak.

Ketika kita tahu bahwa yang kita cintai ternyata mencintai orang lain. Jangan depresi, jangan emosi tingkat akut karena yang ada dia makin jauh dan mencari pelukan yang nyaman. Belajar bangkit. Menjadi pribadi yang jauh lebih baik untuk dapat tampil terbaik bagi cinta itu.

Setiap wanita pada dasarnya cantik. The power of make up itu luar biasa, muka yg kaya ubur-ubur aja bisa jadi cakep. Poles dikit aja udah kaya ratu kencana tapi jangan lupa juga pada hakikatnya, bahwa kecantikan lahir dari hati yang penuh maaf. Di saat kita sudah mencoba memberikan maaf satu persatu pada luka yang telah di goreskan, maka belajarlah bangkit menjadi lebih baik lagi. Ketika suami misalnya masih sibuk mencari wanita lain diluar sana dan meninggalkan istrinya, katakan padanya dengan bangga, bahwa kamu sudah berusaha yang terbaik untuknya, katakan padanya bahwa dia adalah pilihanmu yang baik karena dia bisa menjadi ayah yang baik buat anak-anak.
Setiap kebawelanmu adalah bentuk kasih sayangmu untuk saling meluruskan segala masalah.


Ketika pepatah bilang cinta itu membutakan mata, hati, pikiran, jiwa dan telinga. Benar adanya. Dan untuk wanita yg sudah membuatnya buta. Kirim saja pesan: Jika kali ini pada akhirnya kita menyerah, bukan berarti kalah. Tidak Ada satu pun yg bisa kita irikan dari wanita perebut suami orang. Bahkan bersyukurlah dgn adanya kejadian ini, maka kita bisa menjadi diri kita yg sekarang, yg jauh lebih baik dari yg kemarin2. Pesan kedua adalah, tugas kita berarti sudah selesai untuk membantunya mengemudikan perjalanan kehidupan. Kelak, jika ia kembali miring ke kiri dan ke kanan. Tugas wanita itu yg meluruskannya. Karena kita sudah bukan siapa-siapa. Begitupun sebaliknya 

"Pria sejati tidak akan menghabiskan waktu untuk mencari wanita lain, karena dia terlalu sibuk untuk mencari cara baru mencintai wanitanya ".
(Pernikahan adalah sebuah komitmen, pernikahan yang dilandasi oleh kesadaran bahwa menikah adalah sarana ibadah maka segala hal baik dan buruk yang menimpa rumah tangga akan dihadapi dengan sabar dan ikhlas).

Ketika pada akhirnya dipikiran mereka terlintas bahwa kamu adalah orang cupu, coba pikirkan kembali bahwa kamu memiliki kemauan untuk menunjukkan sisi positif diri kamu yang luar biasa, tapi kamu tetaplah jadi dirimu dengan segala kekuranganmu.

Ketika kamu merasa bahwa pria kenalanmu telah mengkhianatimu, coba pikirkan bahwa dirimu begitu berharga untuk disakiti, jangan biarkan itu terjadi tapi belajarlah bangkit untuk menerima semua hal dari dirimu. Kamu slalu bertemu dengan pria yang tidak tepat tapi kamu dapat memutuskan dengan siapa kamu akan menjalaninya.

Ketika kamu merasa bahwa dunia kerja ini keras, maka coba renungkan kembali bahwa dunia ini sangat indah, jika kita melihatnya dari sisi yang lain. Belajarlah dari segi sudut pandang yang berbeda, bukan kamu yang berubah bukan pula dunia tapi kamunya berbeda.


Coba berpikir, mungkin dia mencintai orang lain karena kita tidak secantik mereka yang make up, yang hobby style2 fashion yg lagi inn sekarang. Maka jangan takut tapi perbanyak belajar, agar ia kembali merenung, bahwa tidak ada hal paling romantis ketika kamu tampil apa adanya dengan segala kesejukanmu.

Saya pun pernah berpikir, saya tidak akan pernah menemukan kebenaran jika tidak mengenal salah, melalui diri saya sendiri saya melakukan segala hal yang bertolak sebelumnya. Saya berkutat pada dunia yang orang lain anggap segala sesuatu yang saya perbuat adalah kesalahan, mereka melihat saya melalui dua mata tanpa menatap kedasarnya, tapi saya tidak masalah selama saya punya keyakinan pada diri saya sendiri, apa yang saya lakukan untuk diri saya sendiri. Akhirnya saya berhasil, saya tahu semua kekurangan diri saya, tapi saya belajar dari kesalahan yang sudah saya buat sendiri. Saya berusaha melakukan semuanya, mengerjakannya sendiri dan mempercayai diri saya sendiri tanpa harus membebankan kepada orang yang saya kasihi. Saya jadi mampu melakukannya dengan baik, memaafkan orang orang yang telah menyakiti dan mendoakan kebahagiaan untuknya, kelak dengan begitu kebahagiaan menyapa kita.

Belajar bangkit dari setiap kegagalan yang menyimpan keberhasilan tertunda.
Percaya gak,  walaupun sebelum ini sebaik apapun hati orang, pasti jg pernah berdoa jelek:
Seperti potongan ayat 11 dalam surah bani israil ;
(Dan manusia seringkali berdoa untuk kejahatan sebagaimana biasanya dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa)

Untuk itu tinggalkan segala hal yang membuat kita tidak berarti. Maka ketika sampai pada saat itu, pelan-pelan cobalah untuk melepaskannya. Sampai akhirnya kita terbiasa dan nyaman berjalan tanpa harus kembali pada orang yang gak tepat.


Komentar

Postingan Populer