Graphology




Pernah dengar kata Graphology?
atau kamu sendiri pernah mempelajarinya?

Baiklah, kalau kalian searching mbah gugel pasti akan beraneka ragam jawaban dari sana, tapi disini saya akan membuat coretan yang berhubungan dengan graphology sesuai versi saya sendiri ( terserah saya bukan? ).

Dahulu saya hanya tahu bahwa graphology itu hanya sebatas membaca tulisan tangan, seiring berjalannya waktu saya kemudian tahu lagi bahwa kepribadian seseorang sangat erat hubungannya berdasarkan tulisan tangan (ah, yang benar saja). Katanya sih, saat kita menulis tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pulpen, gaya tulisan kita itulah yang berasal dari pikiran bawah sadar kita, maka dikatakan bahwa tulisan dapat mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya ( masih gak percaya? ), awalnya saya juga gak yakin dan bahkan tidak menanggapi dengan serius, tapi saya ingin tahu kebenarannya (untuk meyakinkan diri kita memang harus melalui tes uji coba langsung kan?). Nah, untuk mengetahuinya tentu tidak sembarangan karena ada ilmu membaca rahasia tulisan tangan yaitu yg disebut Graphology.


Terlebih dahulu saya akan sedikit mengulas dan mengulangi saja apa yang pernah saya tahu, apasih graphology itu?

" graphology merupakan ilmu yang mempelajari tentang tulisan tangan, dari tulisan tsb akan terlihat bagaimana karakteristik seseorang, mulai dari sifat aslinya hingga perilaku seseorang. Selain itu graphology juga dapat menemukan kecenderungan negatif dan positif dari setiap orang serta menemukan potensi yang mungkin belum disadari".
Sudah mulai penasaran?
Saya pun dulu sangat penasaran, karena fungsinya sangat banyak (apa perlu saya jabarkan? mending tanya mbah gugel aja ya biar lebih asik ngunjugin lamannya tiap saat).
Tapi baiklah, sedikit saya akan ulas bahwa fungsi graphology ini sangat bermanfaat sekali baik dalam bidang berkomunikasi, perusahaan yang akan menempatkan karyawan/pegawai, bidang kepolisian, dalam bidang pendidikan bahkan bidang psikologi dan ini membuahkan hasil yang bagus walaupun tidak semua dapat terbongkar (tuhkan, ada juga beberapa fakta yang sedikit tidak mengenakkan yaitu tentang kejujuran dari apa yang ditulis).
Masih penasaran?
Kalau saya sudah sedikit kurang tertarik nih (mungkin karena mud saya selalu baik, anggap saja semua baik baik saja), karena grafolog sedikit kurang relevan untuk satu-satunya ilmu menilai karakter seseorang, ada banyak cara seperti personality plus test, myers-briggs type indicator (MBTI), wawancara dll. Dibalik sisi kekurangan pasti ada kelebihan, begitupun dengan grafolog jadi, tergantung kasus dan motivasinya.
em, saya sih belum pernah masuk kelas graphology tapi, saya senang membaca dan mempelajarinya secara otodidak dengan maksud untuk mengetahui kepribadian saya sendiri. Tapi, seringkali apa yang saya pelajari bertolak dengan apa yang "sebagian orang bisa membaca seseorang" (u know lah #seseorang yang memiliki kemampuan untuk membaca orang lain dari segi tiga segi empat atau segi apapun itu). ehem !!!

Tidak ada salahnya mencoba, pada kenyataannya saya juga dulu paling suka iri dengan tulisan tangan kaka saya, jika tulisannya lebih indah maka saya harus lebih bisa menulis dengan rapi. Pokoknya tulisan saya harus terlihat cantik dan tidak boleh sama. Seiring berjalannya waktu lagi tulisan saya juga kadang berubah-ubah (walaupun saya slalu ditunjuk sbg sekretaris dikelas atau notulen dalam mengerjakan tugas), tapi seiring berjalannya waktu lagi dengan adanya alat technology yang makin canggih dan modern, tangan hanya sering dipergunakan menekan tombol keypad dll, (semua ada baik buruknya kok, tinggal kalian milih yg mana).

Beberapa catatan kecil dari kelas anak graphology yang pernah berbagi dengan saya;

* Tulisan yang naik / turun menunjukkan perasaan seseorang pada saat menulis itu.

* Kalau margin kanan lebar artinya orang tsb seringkali tidak menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.

* Kalau margin kanan kiri terlalu mepet artinya orang tsb punya masalah dalam berhubungan dengan orang lain, alias cenderung suka kerja sendiri.

*Huruf O yg didalamnya ada coretan ke dalam  cenderung susah untuk jujur, karena kemungkinan di masa kecilnya pernah mengalami hal yg sulit semacam mendapat nilai ulangan yang jelek dan takut diomelin ortu.

* Huruf i yang titiknya berpayung bagus kalau jadi pemimpin, tapi suka memaksakan kehendak. Kalau i titiknya ilang artinya tidak teliti.

* Banyak coretan : ada sesuatu yang disembunyikan.

* Seseorang yang menulis dan orang lain gak bisa baca artinya orang tsb kurang komunikatif atau tidak peduli sama orang lain.

* Tidak bisa membaca tulisan sendiri artinya gak peduli diri sendiri, ada masalah komunikasi dengan diri sendiri.

* Huruf y yang gelembung bawahnya artinya dia action, kerja itu penting, mikirnya nanti. Sebaliknya, gelembungnya diatas mikirnya banyak.

* Huruf m yg gelembung kedua lebih besar artinya orang yang takut di tolak.

Dan banyak lagi yang sudah saya tidak tahu (bukan karena faktor U tapi karena memang sudah tidak pernah belajar atau faktor M).

Percaya atau tidak, pikirkan yang baik-baik saja yah. Karena semuanya pasti punya hikmah, nyatanya tulisan saya sekarang sangat banyak bentuk, banyak kadang-kadangnya juga (kadang bagus kadang berantakan), banyak macem gaya juga (yaelah kaya style fashion show aja)*

Ya sudahlah, setidaknya kita cukup tahu aja apasih graphology itu...

Puji sambal kerang dan tumis kangkung didapur, semoga kalian sehat selalu.



Komentar

Postingan Populer