Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku

Aku ingin mengatakan apa yang sebenarnya aku pikirkan, sejujurnya aku ingin Tuhan tersenyum padaku. Itu saja !

Aku akan sangat bahagia, jika apa yang aku sampaikan melalui coretan ini dapat menyentuh kalian, seperti halnya aku yang slalu tersentuh ketika menyadari betapa banyak kejadian yang ku alami dalam menguras emosiku, seperti halnya aku slalu tersentak pada setiap pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiranku dan perlawanan yang menggelak dari diriku sendiri atas jawaban-jawaban yang tidak ku setujui.

Pagi itu pertanyaan ku seakan terjawab begitu saja, coretan ini dimulai dari kisah "Aku dan Vita".

Singkat cerita ini adalah ketika aku hanya berdua di rumah menikmati hari libur di depan TV. Dia asli Medan dan beragama Kristen Katolik, ntah darimana awalnya kami tiba-tiba kesambet membahas Perbedaan agama kami yang unik. Aku memahaminya dan begitu pun sebaliknya, terlepas dari itu walaupun berbeda Agama kami tetap satu. Itulah yang ingin kukatakan pada coretan ini.

Kebanyakan agama-agama didunia meyakini bahwa hanya ada satu jalan menuju Tuhan, yakni agama mereka. Diantara mereka bahkan harus membuat orang-orang lain meyakini jalan mereka juga, sebab dengan berbuat seperti itu berarti mereka telah memenuhi kewajiban mereka terhadap Tuhan. Akhirnya, beberapa agama dan para pengikutnya meyakini dan mengajarkan bahwa para pemeluk agama lain adalah musuh.Itu sebabnya begitu banyak perang tentang siapa yang agamanya paling benar.

Aku : Kita semua satu
Vita : Yah, cara kitalah yang berbeda
kenapa ?
sebab mereka merasa diri mereka benar.

Aku tidak menyarankan siapapun melupakan agama mereka, kalau mereka percaya dan membuat hidup mereka lebih damai dan tentram, mengapa tidak? agama adalah pilihan. Agama adalah kepercayaan, percaya atau tidak itu pilihan kalian sendiri. Tapi Tuhan punya cara tertentu.

Ada banyak sekali agama yang berbeda-beda di Bumi ini dan masing-masing agama memiliki serangkaian petunjuk arah masing-masing. Tuhan menciptakan manusia menurut citraNya, tapi mungkinkah (aku hanya mengatakan kemungkinan) bahwa agama-agama telah membentuk Tuhan menurut citra manusia?
Tapi kalian harus tahu bahwa Tuhan adalah sumber segala sesuatu. Dia Alfa dan Omega, awal dan akhir.

Setiap orang bebas memilih apa-apa yang mereka percayai dan tidak percayai. Kepercayaan orang sebagian besar didasarkan atas pengalaman mereka. Entah kamu percaya atau tidak Tuhan selalu bersamamu di manapun kamu berada dan itu tidak mempengaruhi eksistensiNya.

Ketika Vita mengatakan tentang paham yang dianutnya ada yang melenceng, ketika vita mengatakan tentang kecurangan-kecurangan, ntah itu dia membahas vatikan yang belum kupahami, ketika itu aku melihat bahwa setiap agama pun mempunyai banyak sekali perbedaan, tapi tentunya kita semua adalah satu. Sungguh menakjubkan bukan? Yang harus di tekankan adalah bagaimana kita dalam berakhlak. Jika pun misalnya seorang nasrani atau yang beragama hindu-budha memiliki akhlak yang baik, beriman,bertaqwa dan hanya mengesakan Tuhan saja, maka bisa jadi merekalah cerminan seorang muslim.

(semoga saja Allah memberkahi dan meridhoi agamaku), sebagaimana alquran adalah pelengkap dari kitab kitab sebelumnya yang menerangkan semua tentang segala-Nya (Dia lah Allah yg esa). Namun terletak dari sebuah pilihan kalian semua bebas memilih, aku tidak tahu kitab suci mana yang kalian baca , apakah itu Al-quran, Alkitab,Talmud, Upanishad, kitab Mormon ataukah kitab suci lainnya. Kalian bebas karena masing-masing mempunyai ajaran dan kitab-kitab sucinya sendirinya. Yang jelas apapun agama pilihan kita. Semoga iman kita kuat dalam mengesakanNya.

Aku dan Vita mengakhiri cerita yang kedengaran konyol itu. Tidak ada paksaan dalam memilih agama, tapi untukku agamaku adalah sebuah bentuk ekspresi untuk melihat masa-masa indah yang mendamaikan. Seperti kutipan kitab suci Al-quran pada S. Al-kafirun;

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna, laa a'budu maa ta'buduuna, walaa antum 'aabiduuna maa a'budu, walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum, walaa antum 'aabiduuna maa a'budu, lakum diinukum waliya diini.



Translate:
1). Say : O disbelievers!
2). Iworship not that which ye worship
3). Nor worship ye that which I worship
4). And I shall not worship that which ye worship
5). Nor will ye worship that which I worship
6). Unto you your religion , and unto me my religion


Artinya: 
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

(Conversations with god)
~Ketika kita saling menghargai, menghormati dan menerima perbedaan~


Komentar

Postingan Populer