IBU JIWA TERINDAH (1)

Mama tidak mengajarkan aku bagaimana caranya menjadi wanita kuat dan hebat. Tapi,mengajarkan aku satu hal melalui tindakan.
Membuatku belajar sendiri. Berdiri di atas ke dua kakiku.

Kau memang tidak mengajarkan aku bagaimana cara bertahan dan menghadapi masalah. Tapi, melihat kedua matamu aku tahu bahwa semua akan baik - baik saja.

Dari tindakanmu..
Dari caramu menghadapi harimu..
Dan dari rasamu..

Aku merekamnya melalui pandanganku, dari caramu menyembunyikan sakitmu, air matamu, lelahmu dan kau slalu melakukan semuanya dengan baik. Terkadang aku perih, jalanku semakin panjang, tapi aku tidak bisa menghentikan langkahku..

Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu, hanya sedikit perlu tahu sesuatu di balik dunia ini.
Aku pergi bukan untuk terus terbang dengan kedua sayapku, karena adakalanya di tengah perjalananku ini aku kadang lelah juga. Aku butuh sentuhan dan peluk hangatmu juga. Aku kadang lelah dengan dunia orang dewasa, aku kadang lelah dengan dunia yang penuh pikiran sempit, Tapi aku akan bersemangat lagi hanya dengan mengingatmu saja.

Sesekali aku ingin menghentikan waktu, lalu sejenak kembali ke pelukanmu. Aku ingin terlelap di pangkuanmu seperti anak kecil yang tidak tahu umurnya berapa. Tapi tidak perlu, karena kau dan aku slalu bersama di jiwaku. Aku tidak boleh lelah, aku tidak boleh sakit, aku tidak boleh mengeluh dan aku hanya perlu tersenyum..

Kau mengukir rasa takut yang paling besar di ambang pintu setiap aku keluar rumah, dan seperti biasa aku terlihat acuh demi menyembunyikan rasa khawatirku yang paling dalam jika berpisah denganmu. Tapi tidak, kau hanya perlu melihatku.

Aku bisa hidup di luar sana tanpa tersesat,walau aku tak sekuat dirimu saat tubuhku kubanting keras mencari rupiah untuk hiburan diriku sendiri.
Aku bahkan menjadi rumit dan takut melihat orang-orang yang lumpuh akibat cinta yang memporak porandakan hatinya, semua kata menjadi bulshit bagiku saat mereka datang menyatakan sesuatu padaku. Tapi tidak, karena melaluimu aku tahu bahwa hati sendiri lah yang "mau" merasakan seperti itu. Sekarang aku mengijinkan hatiku menjadi damai untuk cinta..

Teruslah jadi jiwa terindah..
Teruslah doakan aku di pertengahan malammu bahkan di setiap saat kau menghadirkanku dalam ingatanmu..
Teruslah kuat di masa tuamu..
Sehat slalu dan kita semua dalam lindunganNya..
Doaku untukmu seperti doamu yg slalu menyertai langkahku..

Komentar

Postingan Populer