IBU JIWA TERINDAH (2)
Aku memang tidak lahir dari rahim IBU, tapi terimakasih sudah melahirkan seorang anak yang menjadi partner hidupku. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah mempertemukanku dengan jiwa indah seperti dirimu. Empat tahun bersamamu adalah anugerah yang besar buatku. Bukan waktu yang cukup lama, tapi bagiku itu adalah waktu yang sangat penting dan istimewa. Kebersamaan yang kita lewati adalah kenangan yang sangat menyentuh, hingga kepergianmu adalah hal yang tak terelakkan, sedih pilu menyayat, yang harus kami ikhlaskan.
Dari awal pertemuan hingga perpisahan, aku hanya mengingat kau sebagai seorang ibu. Aku juga berterimakasih karena kau tidak pernah melihatku sebagai menantu,kau memperlakukanku dengan sangat sangat baik,kau memberiku kenyamanan dan menganggapku sebagai teman. Aku melihatmu dan kau memahamiku, banyak hal yang tidak mampu diungkapkan hanya dengan kata-kata, tapi aku yakin kau adalah gambaran jiwa yang mulia (semoga saja). Jika seorang ibu menikahkan anak lelakinya maka ada rasa kekhawatiran tersendiri dalam hatinya, aku tahu itu dari berbagai cerita pengalaman sekitarku, tapi yang aku tahu, kau jiwa yang ikhlas dan sabar. Karena itu aku sangat bersyukur menjadi bagian dari kisah hidupmu.
Dari semua kenangan yang telah kita lalui, semoga aku selalu tegar dan ikhlas. Bersama rekaman memoriku tentangmu, doaku semoga kau dalam dekapan Tuhan yang Maha Esa. Tanggal Kelahiranku adalah tanggal kepergianmu, ini menjadi pengingat bagiku. Kamis, 05-05-2021 pukul 17.49 wita, kau menghembuskan nafas terakhirmu di dunia ini. Kukirimkan alfatihah untukmu wahai Ibu yang baik..

Komentar