Terimakasih Aku

 "Dari DIA melalui dirinya sendiri"

* Waktu aku kecil, aku kurang sabar orangnya, masih labil ya.

*Suatu hal yang membuat aku sedih adalah aku merasa bahwa masyarakat gak pernah memberi aku kesempatan untuk  membuat kesalahan di waktu masa kecil. Mereka lupa bahwa aku masih sangat muda.

*Kalau aku berkelakuan tidak baik langsung di judge.

* Tapi aku masih belajar, di usiaku yang masih belasan tahun saat itu aku belum punya identitas sendiri dan aku pasti banyak melakukan kesalahan.

* Dan aku sangat sedih bahwa aku gak mendapatkan dukungan dari orang-orang, bisa di bilang aku tidak di maafkan jika salah.

*Aku mengambil keputusan bahwa, aku sudah lebih dewasa. Aku gak boleh mengambil mental seorang korban, kalau kita membawa mental seorang korban, kita akan selalu kesal, marah dan gak bahagia.Aku harus bangkit, biarin orang berpikir seperti apa dulu ataupun sekarang, selama aku tau siapa diri aku sebenarnya.

*Aku yakin, suatu hari nanti, orang-orang akan mulai melihat prinsip hidup aku dan bagaimana kepribadian aku yang sebenarnya.

*Aku hanya butuh bersyukur dan memohon kepada Tuhan agar selalu memberkahi langkahku, walaupun memakan waktu yang banyak, setidaknya aku berusaha dan bekerja keras.

*Dulu aku masih remaja muda, egoku juga besar sekali dan gak pernah nunjukin ke orang bahwa aku pun punya kesedihan, aku gak mau terlihat lemah.

*Di usiaku yang remaja aku sudah menutupi kesedihanku, kemarahanku dan masalah hidupku, orang-orang gak tahu bahkan aku menghabiskan semalaman dengan menangis, menghabiskan semalaman untuk meragukan  diri aku sendiri.

*Di satu waktu aku sangat bersyukur kepada Tuhan, kalau bukan karena pengalaman hidupku itu, aku gak mungkin sekuat sekarang.

*Kesedihan & kesakitan yang aku rasakan secara emosional dulu, membuka pintu untuk aku menemukan cara memahami diriku sendiri.

*Aku belajar memahami diriku dengan begitu aku juga belajar memahami pasanganku.

*Aku ingin mengerti, bagaimana dulu aku di masa remaja bisa bertahan dan melewati begitu banyak tekanan yang ku alami.

*Bagaimana aku bertahan? 

*Bagaimana aku bisa sekuat ini?

*Itu yang selalu kutanyakan pada diriku.

*Dan aku sadar semua berawal dari diriku sendiri juga.

*Kalau kita memilih untuk tidak terpengaruh oleh kejahatan atau kebencian orang lain dan bisa berdamai dengan diri sendiri maka kita bisa bertahan, memang tidak mudah.
Butuh proses dan kemauan.


*Aku juga pernah merasakan kemarahan dalam hati, namun ketika lebih dewasa pandanganku berubah.

*Semua ada hikmahnya.

*Dulu, aku pernah mikir ke diri sendiri, apakah aku bahagia?

*Jawabannya belum.Karena aku berusaha membuktikan diri ke orang lain. Itulah kenapa aku gak bahagia.
Untuk itu aku mulai memutuskan bahagia dengan caraku sendiri.

*Aku juga ada di mana hari - hari aku masih menyalahkan diri sendiri, ah menyebalkan dan yah kita manusia gak ada yang sempurna, semua butuh proses.

*Bahkan ada hari dimana aku kesal, tapi kemudian aku sadar, aku tidak perlu membuktikan semuanya. Cukup Tuhan yang aku butuhkan. 

*Karena yang buat aku bisa berdamai dengan diri sendiri adalah kehendakNya, izinNya dan awal dari kesudahan segalanya hanya padaNya.

*Saat keadaan terpuruk, ada masa aku ingin melarikan diri dari semua masalah, tapi semua bisa berawal kembali,  memulai lagi dan menjalaninya dengan penuh kesabaran.

*100% jadilah diri sendiri, seutuhnya.

*Aku bisa mengekspresikan diri aku sendiri secara mudah, menerima dan menikmati hidup.

*Karena tanpa masalah, hidup bagai tak bernyawa.

*Terima kasih dariku untuk diri ku.







Komentar

Postingan Populer