Aku & Aline
#Reminder
#Untukkusaja
#Ambilbaiknyabuangburuknya
Pernah kepikiran untuk mengakhiri hidup, seolah-olah beban begitu berat? atau kamu pernah gak dalam situasi dimana pikiranmu berkecamuk dan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan apa pun-ya, apapun itu-yang mengganggu ketenanganmu? atau mungkin kamu butuh teman berdiskusi untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Sayangnya, teman ngobrolmu pun sama bingungnya dengan kamu dengan masalah yang menghimpitmu, kira-kira gimana ya? apakah ada yang ingin menjawabmu?
Baiklah, kukatakan diawal sebelum masuk ke dalam pembahasan ini. Seorang teman datang padaku lalu mengajak ngobrol, aku pikir ceritanya bisa di ambil sebagai pelajaran (bagi yang mau belajar) ambil yang baik, buang yang buruk.
Aku juga katakan padanya bahwa apa yang terjadi ini adalah takdir pertemuan kita, apa yang aku sampaikan jika baik silah di ambil dan jika itu buruk maka jangan menerimanya, akupun sama denganmu tapi mungkin Tuhan merencanakan ini melalui "Masalah" agar kita bisa belajar mengambil hikmahnya. Apapun yang kamu ambil dari bahan obrolan ini semata-mata adalah anugerah Tuhan dalam menyapa kita (yah, disetiap detik tanpa jeda dia slalu hadir untuk kita, bisa jadi dia datang sebagai inspirasi, motivasi dan bentuk lainnya). Aku yakin itu.
*29 Agustus
Aline temanku berbagi masalah yang dihadapinya melalui chat;
#Untukkusaja
#Ambilbaiknyabuangburuknya
Pernah kepikiran untuk mengakhiri hidup, seolah-olah beban begitu berat? atau kamu pernah gak dalam situasi dimana pikiranmu berkecamuk dan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan apa pun-ya, apapun itu-yang mengganggu ketenanganmu? atau mungkin kamu butuh teman berdiskusi untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Sayangnya, teman ngobrolmu pun sama bingungnya dengan kamu dengan masalah yang menghimpitmu, kira-kira gimana ya? apakah ada yang ingin menjawabmu?
Baiklah, kukatakan diawal sebelum masuk ke dalam pembahasan ini. Seorang teman datang padaku lalu mengajak ngobrol, aku pikir ceritanya bisa di ambil sebagai pelajaran (bagi yang mau belajar) ambil yang baik, buang yang buruk.
Aku juga katakan padanya bahwa apa yang terjadi ini adalah takdir pertemuan kita, apa yang aku sampaikan jika baik silah di ambil dan jika itu buruk maka jangan menerimanya, akupun sama denganmu tapi mungkin Tuhan merencanakan ini melalui "Masalah" agar kita bisa belajar mengambil hikmahnya. Apapun yang kamu ambil dari bahan obrolan ini semata-mata adalah anugerah Tuhan dalam menyapa kita (yah, disetiap detik tanpa jeda dia slalu hadir untuk kita, bisa jadi dia datang sebagai inspirasi, motivasi dan bentuk lainnya). Aku yakin itu.
- Dari hasil obrolan akan kuberitahukan bahwa Aline temanku adalah nama fiktif belaka, aku hanya ingin berbagi sebagai pelajaran untukku, semata untukku saja.
*29 Agustus
Aline temanku berbagi masalah yang dihadapinya melalui chat;
karena khawatir kukatakan padanya untuk menemuiku dirumah setelah pulang nguli.
Ternyata aku tidak pandai membaca keadaannya, tapi setidaknya aku mengubah prasangka burukku menjadi kebenaran.
Apakah kamu tahu keadaannya?
Aline begitu pucat, tapi yang mengejutkanku adalah ketika aku menyelidiki penyakitnya tanpa memaksanya untuk mengatakan yg sebenarnya, aline begitu jujur padaku. Karena itulah aku terhimpit, mengatur keterkejutanku agar menjadikan suasana tidak hening, kau mau tahu apa obrolan kami?
Aku menanyakan letak rasa sakitnya dan menghubungkan kesebuah metode. Karena dari hasil beberapa keluhannya membuatku menjadi curiga (maka inilah buruk sangka yang harus kuketahui kebenarannya). Aku mencoba mengalihkan beberapa pertanyaan yang aku sendiri bingung dari mana asal pikiran itu.
***
Aku : Aline, aku punya teman yang pernah mengalami hal sama denganmu tapi, masalahnya adalah dia memang melakukan hubungan suami istri yang tit*sensor* dan itu gejalanya hampir sama denganmu, awalnya kupikir karena ambeyen / usus buntu tapi klo mengarah ke miss V ada kemungkinan tit* (apa yang kutanyakan adalah karangan yang aku ambil dari segi pelajaran biologi)
Aline : ya kak, sebenarnya aku mmg (pengakuan).
Aline membuat pengakuan dihadapanku, sementara aku harus terkejut dan dipenuhi perasaan yg berkecamuk jg untuk menghadapinya
Aku :(masih edisi perasaan berkecamuk)
Aline : aku melakukannya karena sebuah kecelakaan dan memang awalnya tanpa sadar kak.
Aku : (berusaha mendengarkan dengan baik secara seksama, agar masih bisa berpikir netral)
Aline : Aku takut ditinggal pergi dan (matanya mulai berkaca-kaca).
Aku : jangan menangis, bicaralah, aku akan mendengarmu (so lost, apakah harus dgn cara seperti itu? apakah logika memang tidak bisa lagi digunakan? apakah..apakah malah aku tidak konsentrasi)
Aline : (masih menyatakan pengakuan kisahnya)
Aku : (masih berbicara dalam hati, apakah ini yang dikatakan pengakuan dosa? tp siapa aku yg mengatakan ini dosa itu dosa? aku bukan hakim tapi aku sangat terkejut).
Aline : Begitulah kak, aku menyesal...
Aku : Lin, aku tidak akan memberimu nasehat karena akupun tidak tahu harus bagaimana memberimu saran,tp jika kamu mau mendengarku anggap saja kita sama-sama belajar. Apa yang terjadi adalah pelajaran agar kamu tidak mengulang kesalahan ini, maksudnya kamu melakukannya karena sebuah alasan dan mungkin saat itu kamu tidak memakai logika utk berpikir apa dampak kedepannya. Akan kuberitahukan padamu bahwa orang yang tulus mecintaimu adalah dia yang tidak menjerumuskanmu, dia akan mengarahkanmu dan menolak gejolak itu. Disisi lain apa yg terjadi sudah terlanjur dan tidak bisa ditolak tapi alangkah baik jika kamu mau mengubahnya dan tidak mengulanginya.
Aline : Aku benar-benar terjebak kak, karena mamanya ayink (pria yang bukan nama sebenarnya) juga mendukung kami. Malah dia tidak masalah aku mendatangi ayink, mamanya juga melihat kelakuan kami.
Aku : Tapi setidaknya kamu masih bisa menjaga maruahmu, aku pun berusaha untuk memahami kata-kata ini.
Aline : Aku sungguh menyesal kak.
Aku : Yah harus kamu sadari, ayo kita ke dokter!
Setibanya kami di RS..
Antriannya begitu panjang ketika aku menemui receptionist untuk menanyakan dokter kandungan. Karena menggunakan bpjs dan memang sudah prosedurnya maka aku memberikan aline sebuah kode ketika menghadap ke dokter umum, sebenarnya walaupun gejala yang ditanyakan dokter tidak sesuai dengan yang sebenarnya setidaknya usaha ke rs tidak sia-sia.
Aline : sesuai saranmu kak, dokter hanya bilang kecapean.
Aku : tapi ingat, setelah ini kamu harus ajak ayink periksa ke dokter kandungan. Setidaknya kamu harus sehat dan merenungi setiap kejadian ini.
Setelah perpisahan malam itu di rs, aline tak ada kabar..
Aku pikir semuanya baik-baik saja tapi, alien bersama tifany (temannya) datang kembali ke rumah setelah sebulan berlalu.
10 October,
Saat Aline datang ke rumah aku sudah siap siaga dikamar, malam begitu dingin karena cuaca diluar begitu mendukung. Sementara Tifany sedang mengobrol dengan nyonya pemilik rumah, Aline datang ke kamarku.
Aline : Kak, aku boleh masuk?
Aku : Tidak ... Yaelah masuk gih.. kamu bukan tamu. Eits tunggu dulu, kamu kok makin kurusan?
Aline : (mukanya masih pucat, badannya terlihat kurus kering) iyanih kak. Aku baru beberapa minggu keluar dari rs.
Aku : (terkejut lagi) sepertinya km slalu datang membawa kejutan, tapi seriusan kenapa?
Aline pun mulai bercerita;
Aku habis masuk rs kak, selama 4 hari rawat inap karena hbs dioperasi. Aku beneran hamil dan keguguran.
Aku :( diserbu dengan berbagai pertanyaan kepo)
lah, kamu kok gak ngabarin? jadi, org tuamu sdh tahu? gimana reaksinya? trus.... (dan aku sekejap menjadi bawel).
Aline kemudian menceritakan kronologinya dan bebannya yang baru. Dia menceritakan semua kesakitannya (dan aku yang meringis melihat jahitan diperutnya).
Aline : (mulai curcol dan menangis lagi) aku tidak pernah menyangka kak, ayink sama sekali cuek dan tidak merawatku, dia pikir mungkin mamanya sdh cukup tapi ini juga salahnya. Aku frustasi dan akhir-akhir ini sering berantem, ini ujian menjelang nikah kali kak tapi, jujur aku sakit hati melihat dia malah jalan dengan perempuan lain. Setelah apa yang kualami aku hampir saja gantung diri di pohon sebelah rumah (sadis eih).
Aku : (pantas saja mukanya aline begitu bermuram durja, tidak ada lagi senyum) Tapi kamu masih berpikir kan? bunuh diri itu serem loh.
Aline : Tapi kak, ini uda beberapa hari aku diam. Capek di bentak terus, tidak dihargai dan dia sama sekali tidak peduli lagi. Aku hanya bisa menangis dan tdk selera makan.
Aku : lin, jika kamu merasa demikian mungkin caramu ada yang tidak tepat. Kamu juga pake nangis gitu, sama aja kamu nyiksa diri dong. Nangis dan sedih boleh- aja tapi jangan berlarut-larut dong.
Aline : Ia kak, abisnya aku bingung dan gak tahu harus bagaimana lagi. Aku sudah bilang ke saudaranya ayink tentang sikapnya ini karena orang tuanya lagi ke luar kota. Tapi memang ayink gak bisa berubah.
Aku : memang sih lin kita tidak bisa mengubah seseorang menurut keinginan kita, orang lain punya hak atas dirinya sendiri dan ingat ayink belum resmi menjadi "suamimu".
Alin : Jadi aku harus gimana kak? apakah aku harus meminta pernikahan ini dipercepat?
Aku : Mungkin tidak juga, terburu-buru tanpa pikiran jernih juga tidak baik lin apalagi kamu tahu sendiri sikap ayink seperti apa sebenarnya, jangan karena takut dia tidak bertanggung jawab kamu malah memaksakan situasi, tar yang ada kedepannya malah semakin rumit, apalagi ini tentang hidup bersama sepanjang waktu sepanjang hidupmu. Jangan sampai setiap waktumu dipenuhi penyesalan, tuh kamu aja sekarang nangis terus gimana kamu bisa berpikir dengan baik. Yang ada malah ayink semakin tidak peduli padamu, kamu sendiri tahu kalau kamu diremehkan, tidak dihargai, dan mendapatkan perlakuan kasar tapi, kenapa kamu tidak mencoba merenungi semuanya.
Aline : Jadi, aku harus gimana kak?
Aku : Kamu harus jadi dirimu, gini loh lin.. kalau kamu cuma bisa menangisi semuanya tanpa memberikan jeda kamu akan semakin terpuruk. Kamu bertahan sementara kamu tahu yang dipertahankan tidak peduli lagi denganmu, jadi saatnya kamu harus menyusun rencana.
Aline : Caranya kak? (wajahnya mulai terlihat bergairah dan bersemangat)
Aku : perbaiki caramu bersikap, bertindak, beri jarak sedikit agar ayink bisa melihatmu, terlalu mengekangnya dia malah semakin bosan. Kamu bisa melakukannya dengan baik dgn menyingkirkan kesedihanmu dulu. Kembalikan senyumanmu dan percayalah kamu harus jadi lebih baik lagi. Diam saja tidak cukup karena itu tidak dapat menyelesaikan masalah. Kamu harus cr solusinya.
Aline : Kenapa baru kepikiran ya kak, aku sudah mendatangi beberapa temanku tapi mereka hanya bisa mengatakan agar aku diam saja, aku sudah kepantai untuk melepaskan semua bebanku tapi tetap saja masalahku tidak berkurang. Jadi aku harus senyum dl nih kak?
Aku : cb lihat wajah kusutmu di cermin, oh ya.. aku mengatakan ini agar suatu saat ketika aku ada khilaf (namanya juga kan manusia biasa) kamu bisa menegurku juga atau mengingatkanku. Aku mengatakan ini semata-mata karena kita sama-sama belajar. Jadi, kamu harus memutuskan hidupmu sendiri.
Aline : (memperlihatkan chat ayink dan mulai bertanya cara yang lebih baik).
Aku : (bukan rahasia)..
Singkat obrolan dan setelah melakukan praktek menguji senyuman (anggaplah seperti itu). Aline mulai ceria kembali, dia sudah mulai tidak sabar untuk memainkan perannya.
Aline : Wah, aku benar-benar mendapat solusi kak. Aku akan menjalankannya dgn baik, setelah berminggu-minggu bercerita ke teman-temanku kali ini aku baru dapat solusinya. Terima kasih ya kak ina.
Aku : apa aku harus senyum sumringah melihat kamu sekarang ? haha...
oh ya lin, apapun solusinya itu semua karena Kasih Tuhan melalui obrolan kita. Dia tidak ingin hambanya berlarut-larut dalam kesedihan maka diarahkanlah kamu ke sini, dan apa yang aku katakan ini jika baik buatmu maka bersyukurlah karena Tuhan begitu baik menunjukkan jalanNya padamu. Belajarlah lebih baik untuk membuktikan bahwa kamu itu perempuan yang hebat, kamu itu harus bangkit dan menunjukkan pada ayink bahwa dirimu begitu berharga. Apa yang pernah kamu lakukan kemarin berusahalah untuk memperbaikinya.
Kami pun mulai mengobrol ringan.. santai... tertawa.. dan bersyukur.
Aku & Aline, adalah manusia yang mempunyai keterbatasan. Kita memang perlu bertukar pikiran agar mendapat pencerahan dan itulah gunanya teman untuk saling mengingatkan, saling memberi masukan dan suatu saat jika melihat masalah yang sama dgn ini, semata-mata hanya sebagai pengingat. Ada banyak sekali yang mesti kita renungkan, bahwa suatu hubungan haruslah didasari "kesadaran" karena itu sangat penting. Jangan karena mengikuti keinginan hawa nafsu kita malah terjebak dan terjerumus. Awalnya manis tapi kita tidak pernah tahu bahwa akan ada pahit juga, kita terkadang hanya mau menerima yang menurut pandangan mata kita itu yang enak-enak saja tapi itu belum tentu baik ternyata. Kita takut sekali kehilangan atau ditinggalkan karena menurut versi kemauan bahwa " aku menginginkannya", itulah ego..
Kita selalu menuruti kemauan, tanpa tahu bahwa resiko ternyata begitu besar. Kita membuat hubungan jenis cinta "eros" tanpa memahami hakikatnya, kita tidak akan pernah sampai pada kesadaran jika tidak ada tekanan dan solusi. Tapi coba deh kita berpikir, hubungan macam apa ini?
Ketika Aline menuruti keinginannya, dia hanya melibatkan egonya tanpa memikirkan resikonya, tapi apapun yang dilakukannya bersama ayink itu karena sebuah alasan yang hanya Tuhan yang tahu. Ini jelas "masalah yang membawa tekanan" tapi kita orang luar bisa menilai tergantung dari sudut pandang masing-masing. Mungkin saja ada yang menggerutu, mengutuk perbuatan aline dan menyumpah serapah. Awalnya pun aku terkejut mendengar pengakuannya, tapi siapalah aku? yang berlalu.. biarlah berlalu..
Kita hanya perlu memahami..
Karena menghakimi adalah tugas hakim di pengadilan.
Ini untukku.. untukmu juga jika kamu mau.
Semoga Tuhan selalu menuntun kita ke jalanNya..


Komentar