Pada Setiap Musim
Di musim panas, dia menemukan dirinya bersayap kan satu cinta dan dua nafsu. Barangkali dia masih terlalu dini untuk memahami cintanya, karena dia bertindak dalam hal dengan motif yang salah. Mustahil terbang jika hanya menggunakan satu sayap bukan? dia melihat cintanya namun terbang dengan dua nafsunya. Jiwa memperingatkannya namun nafsu membelenggunya dengan mengambisikan pemuasan dirinya sendiri. Tatkala di musim semi, dia berjalan tanpa arah dan tujuan atas yang salah. Dalam perpisahan, dia menghabiskan waktunya untuk mengobati luka lama dan ketakutannya. Dia memiliki angan-angan dan harapan untuk bertahan hidup akan kesalahan dimasa lalunya, dia ingin mengambil cinta yang pernah di temukannya. Tapi tidak perlu mengambilnya dari seseorang untuk memberikannya ke orang lain, karena cinta itu sendiri sudah cukup. Dia slalu bersedih tapi cinta slalu menakjubkan. Dalam jarak cinta mendekatkan hatinya pada yang di cintai.
Lalu di musim gugur waktu dapat menyembuhkan luka hati, namun yang di lepas jauh tidak akan pernah bisa kembali. Yang dicintanya pun tak bisa kembali lagi, hati diselimuti rasa cemas dan sepanjang hari-harinya terasa menyiksa. Dia resah tanpa memahami makna, dia mengejar bagai seekor burung yang selalu terbang namun tidak memperhatikan sayapnya. Dia terjerumus kedalam lorong waktu. Di musim dingin, malam-malamnya penuh ketakutan karena ditinggal cinta. Hanyut, tak memiliki hasrat, dirinya tercengkram oleh pilihannya sendiri, yang dicintainya tak lagi peduli kehadirannya. kesedihannya berubah jadi indah ketika dia memahami makna yang pernah tersampaikan bahwa dia mencintai, karena hanya dengan tetap mencintai dia akan merasakan cintanya. Sebuah kebenaran; dia tidak mendapatkan yang dicintainya karena cinta sendirilah yang selalu mencipta*
Lalu di musim gugur waktu dapat menyembuhkan luka hati, namun yang di lepas jauh tidak akan pernah bisa kembali. Yang dicintanya pun tak bisa kembali lagi, hati diselimuti rasa cemas dan sepanjang hari-harinya terasa menyiksa. Dia resah tanpa memahami makna, dia mengejar bagai seekor burung yang selalu terbang namun tidak memperhatikan sayapnya. Dia terjerumus kedalam lorong waktu. Di musim dingin, malam-malamnya penuh ketakutan karena ditinggal cinta. Hanyut, tak memiliki hasrat, dirinya tercengkram oleh pilihannya sendiri, yang dicintainya tak lagi peduli kehadirannya. kesedihannya berubah jadi indah ketika dia memahami makna yang pernah tersampaikan bahwa dia mencintai, karena hanya dengan tetap mencintai dia akan merasakan cintanya. Sebuah kebenaran; dia tidak mendapatkan yang dicintainya karena cinta sendirilah yang selalu mencipta*

Komentar