Putri kecil (Bagian 8)


~DALAM PENGEMBARAAN~

Kesunyian telah menyentil hati putri kecil, kesendirian membuatnya linglung, hatinya mendamba pelita yang dapat menyinari hari-hari kesendiriannya yang telah dihujam sepi. 

Di dalam pengembaraannya kali ini, putri kecil merasa sedih dan hampir putus asa. Saat Putri kecil tersadar dari mimpi-mimpinya, ia pun tersentak oleh suara yang begitu lembut dengan sesosok bayangan penuh cahaya . Suara yang begitu santun dan menggetarkan hati. Entah kenapa tiba-tiba putri kecil menangis sendu dan air matanya pun berlinang. Dalam tangisnya, putri kecil bersimpuh dan memohon keajaiban datang menyapanya.

~Tuhan.. tolonglah kami, agar kami berusaha lebih keras untuk memahami daripada dipahami~St.Fransiskus dari Asisi*

Kita lanjutkan dialog putri kecil dengan Paman ham, orang ke empat yang di temuinya dan diakrabinya di dalam perjalanan jauhnya;

Paman ham adalah sosok yang sangat didamba putri kecil, ia orang dewasa tapi sangat memahami putri kecil. Paman ham seperti ayah dan malaikatnya yang selalu memberikan semangat dan kehangatan, paman ham juga seperti tesa yang selalu mengingatkannya pada pelajaran, karena paman ham putri kecil jadi merasa nyaman dan aman di tempat yang membosankan ini.

Pernah Putri kecil berkata pada paman ham," Sungguh tempat ini tidak nyaman, penuh dengan bangunan tinggi yang tidak pernah ku temui dalam planetku, manusia di sini sangat sibuk dan kerusakan terjadi di mana-mana, kerusakan yang di sebabkan oleh kelalaian mereka".
Paman ham hanya tersenyum dan menyarankan putri kecil agar lebih sabar lagi menghadapi kehidupan yang belum pernah di temui di dalam planetnya.

Lalu, paman ham berkata;

~Jiwa gelisah menjadi tentram karena cinta. Orang asing berubah menjadi kawan karena cinta. Ia yang jauh menjadi dekat karena cinta. Sungguh, apa saja dapat Anda peroleh dengan cinta. Hati sekeras apapun dapat meleleh karena cinta. Berikan cinta. Sebarkan cinta. Hiduplah dalam cinta~ Baba Tolaram*

Bagaimanapun pertahanan yang kamu bangun, suatu saat akan roboh karena cinta, anakku janganlah terlalu lama bersembunyi. Paman tahu kau sedang membuat pondasi yang kuat, paman tahu kamu sangat ketakutan, tapi apapun alasannya kamu akan tetap terbaca.
Putri kecil berkata, " Aku malu karena penyihir itu membuat wajahku hancur paman, aku ingin kembali tapi khawatir pada ayah, bunda dan tesa yang akan bersedih jika melihat kondisiku sekarang".

Paman ham bukan manusia biasa karena ia tahu segalanya tentang putri kecil. Dalam kondisi yang sakit pun paman ham masih memperhatikan putri kecil, paman ham adalah orang hebat yang di temui putri kecil tapi ia begitu cepat pergi meninggalkan kenangan dan kesedihan di hati putri kecil. Paman ham juga sama dengan surya matahari sahabatnya, mereka orang baik yang di kasihi Tuhan, karena itulah putri kecil merasakan kehilangan orang-orang yang di cintainya, orang-orang yang telah membantunya dalam menemukan cinta.

Tapi perjalanan putri kecil masih sangat jauh, ia tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan.

~Kau akan menyadari ketika meneliti kembali hidupmu, bahwa saat-saat dimana kau benar-benar hidup, adalah saat-saat ketika kau telah melakukan sesuatu dalam semangat cinta~ Henry Drummond*

Kini, putri kecil tersenyum kembali dan ia percaya bahwa di tempat ini ada seberkas rahasia kehidupan yang harus di carinya. Ia harus berjuang di tempat ini agar dapat mempersembahkan kebahagiaan buat orang-orang yang dikasihinya.

Tenanglah di sana paman ham..
Aku selalu menyayangimu tanpa batas..
Aku akan melakukan yang terbaik..

Begitulah putri kecil mengakhiri pertemuannya dengan paman ham.


Komentar

Postingan Populer