"Muhasabah"
AKU TERUS MENCARI
(dalam pelukan Ar-rahman)
Ini renungan untukku dan untuk kita semua...
Jika sebelumnya aku telah mendustakan nikmat-Nya, melanggar perintah dan mengingkari-Nya, sekarang aku telah kembali dalam pelukan hidayah-Nya.
Pernahkah kita bertanya, mengapa kita terlahir di dunia ?
Apa yang kita lakukan di sini dan kemana kita akan pergi ?
Sama halnya ketika kita bangun di pagi hari, kemudian datang ke sebuah acara
Jangan tanyakan apapun, ikuti saja alurnya, hasilkan uang yang banyak sebisa mu, dan cobalah untuk tidak bangkrut, ikuti semua yang kamu lihat di tv, dari model rambut sampai dengan
pakaian, jangan berpikir terlalu banyak, lakukanlah seperti apa yang di
perintahkan, jika kamu mulai bingung kemudian kamu berpaling ke alkohol dan
masih tetap bingung, maka nyalakanlah radio, seperti saat kamu belajar
bergaya hidup dengan narkoba,seks,dan rock n roll.
Tetapi sejujurnya aku hanya ingin tahu, apakah kita hanya tumbuh dan menjadi tua? hidup dan mati hanya untuk meninggalkan rumah yang di cintai dan seluruh perabotan yang akan dimiliki org lain?
Aku hanya ingin tahu, sebelum peti mati di tutup, sebab aku tidak ingin berjudi dengan jiwaku atau siap untuk mengambil resiko. Ini hanyalah pertanyaan hidup sederhana dan aku hanya mencari beberapa jawaban seperti apa yang kita lakukan disini dan apa tujuan kita, bagaimana kita dapat berada di sini dan siapa yang membuat kita begitu sempurna? dan apa yang terjadi ketika kita mati atau apakah dunia ini benar-benar berharga? Pertanyaan yang tidak kita jawab, karena nampaknya kita tidak harus menjawabnya. Apakah kita tidak punya tujuan dalam hidup dan keberadaan kita hanya sesuatu hal yang wajar? dalam hal tadi izinkan aku bertanya padamu, apakah kamu menciptakan dirimu sendiri ataukah org lain yang menciptakanmu? karena kau adalah makhluk yang sempurna tanpa cacat dan tak ada bandingannya. Kamu adalah produk dari kecerdasan luar biasa dan aku hanya berpikir rasional, adakah sebuah kamera didunia ini yang dapat menyerupai mata manusia? Ataupun sebuah komputer yang dpt bekerja seperti otak manusia? Dan bahkan jika seluruh dunia bekerja sama kita tidak akan dapat menciptakan seekor lalat, begitu banyak pertanda yang terus kita pungkiri. Saat ilmu ilmiah mencoba untuk membenarkan bahwa, semua ini dapat muncul dari sesuatu yang tidak ada. Ketika sebuah penjumlahan 0 + 0 tidak akan mungkin memberikanmu hasil satu, jadi dari manakah semua hal ini datang?
Untuk segala sesuatu pasti memiliki asal, sang pembuat, sang pencipta dari kepunyaannya? Jadi kamu dapat percaya adanya big bang tapi aku lebih memilih percaya pada "DIA" yang menjadikan big bang dapat terjadi.
Allah, sang pencipta dari alam semesta. Tuhan langit dan bumi beserta isinya, bersama dengan setiap jiwa yang tak pernah mati, sang penguasa satu satunya yang memegang kendali. Tidak seperti ciptaannya, dia diluar imajinasi kita dan dia bukanlah seorang laki-laki apalagi memiliki sekutu. Dia berdiri sendri dan dia juga tidak pernah meniggalkan kita sendiri (baca : SURAH AL IKHLAS). Seperti halnya setiap pabrik dia berikan kita sebuah buku panduan. Al-Qur'an dan Islam, tetapi inilah satu satunya kemungkinan . Satu satunya pengertian tuhan sebagai yang esa dan satu satunya Dzat yang maha kuasa menjadikannya hal yang logis, sebuah buku tanpa kontradiksi, dengan keajaiban ilmu ilmiah dan sejarah di dalamnya, semuanya telah diungkapkan lebih dari 1400 th yang lalu, seperti deskripsi detail dari embrio manusia (Deskripsi dari embrio manusia di dalam Al-Qur'an tidak mungkin berdasarkan pengetahuan ilmiah pada abad ke 7 masehi) gunung-gunung sebagai tiang penyanggah kokoh di bawah tanah dan 2 lautan yang tidak bercampur dalam aliran terpisah yang sempurna hingga planet-planet di orbit yang beredar, pergantian malam dan siang seraya mereka tetap pada jalurnya, penciptaan dari alam semesta dan semua ciptaannya yang berasal dari air menuju cerita mengenai masa lalu dan pemeliharaan jasad firaun menjelaskan letak terendah di daratan dimana persia mengalahkan roma, air yang memancar yang menghasilkan manusia yang terletak diantara tulang sulbi dan tulang belakang dan tak satupun kata telah berubah Al-Qur'an masihlah sama, jadi tolong jelaskan bagaimana semua ini telah diketahui lebih dari 1400 th yang lalu? kepada seorang manusia yang tidak dapat membaca maupun menulis, sebagaimana dia akan menyampaikan apa yang malaikat katakan dan jika kamu masih tidak percaya silahkan datang dengan sesuatu yang setidaknya menyerupai tetapi kamu tidak bisa, jadi kita menjadikan Tuhan sebagai sebuah ejekan dan utusannya sebagai sebuah lelucon. Menganggap kitab-kitabnya sebagai legenda dan dongeng dari orang-orang terdahulu, selagi kita hidup hanya menuruti gaya, hasrat dan keyakinan kita, mengatakan kehidupan ini adalah satu satunya rumah yang akan pernah kita tempati kita akan hidup kemudian mati dan dengan mudahnya menjadi tulang belulang. Yolo (you only life once)
Koreksi : setelah rerumputan mati,hujan datang,dan rumput akan tumbuh kembali
Dan Allah menjanjikan hal yang sama untuk setiap jiwa kita, dan membangkitkan mu hingga dari ujung jari dengan sempurna.
Sebagaimana yang maha melihat mengawasi kita begitu dekat karena kita pasti sedang di uji, pada kekayaan kita, kesehatan kita, diri kita sendiri dan semua hal yang telah kita dapatkan, jadi percayalah bahwa kita pastinya akan dihidupkan kembali. Dan dibawa kembali kepada Tuhan untuk melaporkan setiap perbuatan
Sebagaimana dia memberikan kita kitab dan memerintahkan kita untuk "Bacalah!'
Dari yang jahat hingga yang baik, dan semua hal diantaranya. Kamu cukuplah dirimu sendiri untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu.
"Aku berikan kepadamu seluruh hidupmu yang panjang untuk mencari tentangku
Tetapi kamu sibuk mengejar seluruh hal yang bersifat sementara, Jadi " Bacalah!" dan ketentraman hadir kepada setiap yang percaya, tetapi jika kamu tidak percaya "Bacalah!" dan jangan biarkan hari itu (kematian) menjadi hari pertamamu mengetahui apa makna sebenarnya dari kehidupan.
"Bacalah!"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١)خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ (٣)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤)عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥)كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغَى (٦)أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى (٧)إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى (٨)أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى (٩)عَبْدًا إِذَا صَلَّى (١٠)أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَى (١١)أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى (١٢)أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى (١٣)أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى (١٤)كَلا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ (١٥)نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ (١٦)فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ (١٧)سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ (١٨)كَلا لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ (١٩)
1. Bacalah dengan (menyebut) nama RabbMu Yang menciptakan, (QS. 96:1)
2. Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. (QS. 96:2)
3. Bacalah, dan RabbMulah Yang Paling Pemurah, (QS. 96:3)
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam 1590. (QS. 96:4)
5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. 96:5)
6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (QS. 96:6)
7. karena dia melihat dirinya serba cukup. (QS. 96:7)
8. Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali(mu). (QS. 96:8)
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, (QS. 96:9)
10. seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat 1591, (QS. 96:10)
11. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, (QS. 96:11)
12. atau dia menyuruh bertaqwa (kepada Allah) (QS. 96:12)
13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? (QS. 96:13)
14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (QS. 96:14)
15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya 1592, (QS. 96:15)
16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. (QS. 96:16)
17. Maka biarkanlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), (QS. 96:17)
18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah 1593, (QS. 96:18)
19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb) (QS. 96:19)

Komentar